Senin, 17 Juni 2013

contoh makalah tajuk rencana (way)



BAB I
PENAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Berita merupakan suatu kenjadian yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan, berbagai media melaporakan berita yang menarik  perhatian masyarakat kadang berita itu berupa opini atau kenyataan dalam suatu kejadian, dalam mengembangkan berita banyak sekali yang bisa menambahnya lebih menarik contohnya artikel, tajuk rencana. Dalam hal kebanyakan tajuk rencana yang paling dominan karena tajuk rencana adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan. Berita adalah sebuah peristiwa yang harus diperbaharui setiap harinya, masyarakat akan percaya terhadap berita tersebut ketika ada banyak sekali pendapat yang memuatnya, hal ini tajuk rencana bisa menjadi solusi dalam penyebaran berita melalui opini penulisnya yang harus up to date dalam penulisan beritanya, dalam hal menulis tajuk rencana dan berita harus ada syarat-syarat pembuatannya. Oleh karena itu diperlukan suatu pembelajaran mengenai berita dan tajuk rencana dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana tata cara pembuatan tajuk rencana, apa penegertiannya. Dalam analisis ini akan menyingkap suatu permasalahan yang terjadi sekarang ini, masalah ini banyak menyangkut khalayak banyak, banyak orang mengira BBM ini hanya sebagian kecil saja dari dana APBN sehingga ketika terjadi kenaikan, warga terasa terganggu apalagi dari kalangan menegah kebawah, namun hal itu menjadi paradigma kembali kepada pemerintah dalam mencari solusi anggaran untuk BBM ini yang semakin tahun terus meningkat, faktor-faktor meningkatanya konsumsi BBM saat ini adalah sudah semakin pesat roda kendaraan dan teknologi dalam era globalisasi ini setiap orang pasti mempunyai kendaraan. BBM bersubsidi semakin hari semakin meningkat kebutuhannya, untuk hal itu perlu adanya penghematan BBM, namun sayangnya program-program itu belum terklaksana dengan baik. Mengakhiri Subsidi BBM judul dari tajuk rencana oleh Montty Girrianna akan membahas tentang masalah BBM saat ini dimana mulai dari impor tak terbendung sampai eksekusi kebijakannya.

B.     Rumusan Masalah
Berdasrakan latar belakang diatas maka dapat diambil suatu rumusan masalah.
Adapun rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana isi dari tajuk rencana Mengakhiri Subsidi BBM ?
2.      Apa saja kesalahan-kesalahan dalam penulisan tajuk rencana Mengakhiri Subsidi BBM ?
3.      Apa kelebihan dan kekurangan tajuk rencana Mengakhiri Subsidi BBM ?
C.    Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui cara membaca tajuk rencana
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis tajuk rencana
3.      Untuk mengetahui peran tajuk rencana pada media masa sekarang ini
D.    Manfaat Penulisan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan informasi yang berguna dalam teoritis maupun dalam praktisnya. Penulis sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep bagaimana itu tajuk rancana.






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Landasan Teori
1.      Pengertian Tajuk Rencana
Tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar itu diterbitkan. Dalam tajuk rencana biasanya diungkapkan adanya informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca.
a.       Sudiana ( 1984:1), Advertorial adalah bentukan dari iklan dan tajuk rencana. Pengertian iklan sendiri, menurut Dendi Sudiana, merupakan bagian dari reklame yang berasal dari bahasa Prancis, RE-clamere yang berarti meneriakan berulang-ulang.
b.      Wells (1992), Periklanan adalah komuinikasi non-personal yang dibayar oleh pihak sponsor yang menggunakan media massa untuk membujuk dan mempengaruhi audience.
c.       Kleppner, Iklan berasal dari bahasa latin, ad-vere yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain.
d.      Arens (1992:15), Advertorial adalah suatu bentukan separuh iklan separuh tajuk rencana, bertujuan untuk memunculkan opini public dari pada menjual hasil produk.
e.       Kotler dan Amstrong (1994:106), Periklanan adalah setiap bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi mengenai gagasan, barang, atau jasa yang dibayar oleh sebuah sponsor tertentu.
f.       Dunn and Barban (1996:7), Periklanan adalah komunikasi non personal melalui beragam media yang dibayar oleh perusahaan-perusahaan bisnis, organisasi-organisasi non profit dan individu-individu, yang dalam beberapa cara memperkenalkan dalam pesan periklanan dan berharap untuk memberitahu atau membujuk anggota-anggota dari penerima pesan tertentu.
g.      Rhenald Kasali (1995:11), Masyarakat periklanan Indonesia memberikan definisi iklan sebagai: Segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
h.      Russel & Lane (1990), Suatu pesan yang dibayar oleh sponsor dan disampaikan melalui beberapa medium komunikasi massa.
i.        Gilson & Berkman (1980), Iklan merupakan media komunikasi persuasif yang dirancang untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya objektifitas atau tujuaJust another WordPress.com site
Pernyataan fakta dan opini ini biasanya diutarakan secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dengan tujuan untuk mempengaruhi pendapat/ menerjemahkan berita yang menonjol agar pembaca menjadi menyimak seberapa penting berita tersebut. Fungsi tajuk rencana biasanya menjelaskan berita, artinya, dan akibatnya pada masyarakat. Tajuk rencana juga mengisi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh. Dalam tajuk rencana terkadang juga ada ramalan atau analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, serta meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.
2.      Ciri-Ciri
a.       Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan
b.      Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat
c.       Biasanya berskala nasional, berita internasional dapat menjadi tajuk rencana, apabilaberita tersebut memberi dampak kepada nasional
d.      Tertang pikiran subjektif redaksi
3.      Aspek-aspek yang menjadi fokus dalam tajuk utama
a.       Judul
b.       Latar Belakang Masalah
c.       Tokoh
d.       Masalah
e.       Peristiwa yang Disampaikan
f.       Opini Penulis
g.      Saran dan Solusi Permasalahan
h.      Kesimpulan
i.        Sumber  Berita
j.        Anggota Redaksi
Tajuk rencana mempunyai sifat :
1.      Krusial dan ditulis secara berkala, tergantung dari jenis terbitan medianya bisa harian (daily), atau mingguan (weekly), atau dua mingguan (biweekly) dan bulanan (monthly).
2.      Isinya menyikapi situasi yang berkembang di masyarakat luas baik itu aspek sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, hukum, pemerintahan, atau olah raga bahkan entertainment, tergantung jenis liputan medianya.
3.      Memiliki karakter atu konsistensi yang teratur, kepada para pembacanya terkait sikap dari media massa yang menulis tajuk rencana.
4.      Terkait erat dengan policy media atau kebijakan media yang bersangkutan. Karena setiap media mempunyai perbedaan iklim tumbuh dan berkembang dalam kepentingan yang beragam, yang menaungi media tersebut.

4.      Teknik Menulis Tajuk Rencana
Karena merupakan suara lembaga maka tajuk rencana tidak ditulis dengan mencantumkan nama penulisnya, seperti halnya menulis berita atau features. Idealnya tajuk rencana adalah pekerjaan, dan hasil dari pemikiran kolektif dari segenap awak media. Jadi proses sebelum penulisan tajuk rencana, terlebih dahulu diadakan rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur pelaksana serta segenap jajaran redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama terhadap suatu permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau dalam kebijakan pemerintahan.
Maka setelah tercapai pokok- pokok pikiran, dituangkanlah dalam sikap yang kemudian dirangkum oleh awak redaksi yang telah ditunjuk dalam rapat. Dalam Koran harian bisanya tajuk rencana ditulis secara bergantian, namun semangat isinya tetap mecerminkan suara bersama setiap jajaran redakturnya. Dalam proses ini reporter amat jarang dilibatkan, karena dinilai dari segi pengalaman serta tanggung jawabnya yang terbatas.
Karakter dan kepribadian pers terdapat sekaligus tercermin dalam tajuk rencana. Tajuk rencana juga mencerminkan dari golongan pers mana media tersebut berasal. Tajuk rencana pers papan atas (middle-high media) atau pers yang berkualitas misalnya memiliki ciri di antaranya :
1. Hati-hati
2. Normatif
3. Cenderung konservatif
4. Sedapat mungkin menghindari pendekatan kritis yang tajam
5. Pertimbangan aspek politis lebih besar dari aspek sosiologis
Namun tajuk rencana dari golongan pers papan tengah ke bawah (middle-low media) berlaku sebaliknya. Ciri tajuk rencana pers papan tengah adalah :
1. Lebih berani
2. Atraktif
3. Progresif
4. Tidak canggung untuk memilih pendekatan kritis yang bersifat tajam dan “tembak langsung”
5. Lebih memilih pendekatan sosiologis daripada pendekatan politis
       Perbedaan yang cukup tajam ini karena perusahaan pers papan atas biasanya memiliki kepentingan yang jauh lebih kompleks daripada pers papan tengah ke bawah. Kepentingan yang sifatnya jauh lebih kompleks itulah yang mendorong pers papan atas untuk lebih akomodatif dan konservatif, baik itu dalam kebijakan pemberitaan, serta pernyataan pendapat dan sikap resmi dalam tajuk rencana yang dibuatnya. Itulah konsekuensi logis pers modern sebagai industri padat modal sekaligus padat karya. Kecenderungan perbedaan yang dimiliki oleh pers baik papan atas maupun papan bawah ini juga berlaku universal hampir di semua negara, yang memiliki latar belakang ideology serta kepentingan yang berbeda-beda.
       Fungsi dan tugas Tim Editorial :
1. Menyelenggarakan rapat khusus tim editorial setiap hari
2. Mencari dan menyeleksi ide serta menetapkan tajuk rencana untuk edisi penerbitan besok
3. Mendiskusikan dan memberikan pembobotan terhadap topik liputan terpilih
4. Menetapkan kesimpulan tentang pendapat dan sikap yang harus disampaikankepada masyarakat luas
5. Menunjuk penulis tajuk rencana yang diambil dari tim editorial untuk topik yang sudah didiskusikan
6. Menuangkannya dalam opini tajuk rencana secara ringkas, jelas, lugas
7. Melakukan revisi atau menundanya apabila perkembangan situasi atau pertimbangan pemimpin redaksi, naskah tajuk rencana tersebut tidak memungkinkan untuk diturunkan pada edisi penerbitan hari ini.
8. melakukan evaluasi dan proyeksi keesokan harinya setelah mengamati dan mempelajari dengan seksama berbagai peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir
Tahapan Menulis Tajuk Rencana
1.              Pencarian ide dalam topik
2.              Seleksi dan penetapan topik
3.              Pembobotan substansi materi dan penetapan tesis dari keseluruhan uraian tajuk rencana
4.              Pelaksanaan penulisan
 Kriteria Topik Tajuk Rencana
1. Topik merujuk pada berita yang aktual atau kontroversial
2. Topik sesuai dengan filosofi, visi, misi, dan kebijakan umum media penerbitan pers
3. Topik sejalan dengan kualifikasi dan fokus wilayah sirkulasi media penerbitan
4. Topik berpijak pada kaidah dan nilai standar jurnalistik seperti aktualitas, objektivitas, keluarbiasaan, dan prinsip peliputan berimbang.
5. Topik tidak bertentangan dengan aspek ideologis, yuridis, sosiologis, dan etis yang terdapat dalam masyarakat atau bangsa.
6. Topik senantiasa berorientasi pada nilai-nilai luhur kemanusiaan.
5.      Jenis-Jenis Tajuk Rencana
1. Tajuk rencana yang memberikan informasi semata
2. Tajuk rencana yang bersifat menjelaskan
3. Tajuk rencana yang bersifat memberikan argumentasi
4. Tajuk rencana yang menjuruskan timbulnya aksi
5. Tajuk rencana yang bersifat jihad
6. Tajuk rencana yang bersifat membujuk
7. Tajuk rencana yang bersifat memuji
8. Tajuk rencana yang bersifat menghibur
B. Pembahasan
1.      Isi Tajuk Rencana Mengakhiri Subsidi BBM
Dalam hal ini Montty Girianna menulis sebuah tajuk rencana yang berjudul Mengakhiri Subsidi BBM dimana isinya adalah masalah  BBM di Indonesia saat ini adapun isinya adalah sebagai berikut :
Undang undang mengamanatkan pemerintah untuk menyediakan energi, ternasuk BBM.
Selain menjamin ketersediaannya, pemerintah juga ditugaskan menyediakan BBM dengan harga terjangkau. Karenan itu, pemerintah melakukan dua kebijakan bersamaan, yakni membuka keran impor BBM dan memberlakukan harga BBM bersubsidi. Namun, akhir-akhir ini kedua kebijakan ini cukup berat untuk tetap dipertahankan.
Selain ketergantungan terhadap impor BBM semakin tinggi, subsidi BBM pun membengkak. Ini mempengaruhi postur APBN secara negatif. Mau tak mau pemerintah harus memperhitungkan kmbali kebijakan ini dan secara bertahap melepaskan harga BBM bersubsidi ke harga pasar. Namun, opsi ini terkendala kemungkinan gejolak sosial.
Akhir tahun lalu, pemerintah didesak menaikan harga BBM dan mengurangi subsidi BBM. Namun, desakan itu tidak cukup kuat untuk mngghilangkan kekhawatiran gejolak sosial yang mungkin terjadi sehingga pemerintah kembali memberlakukan harga BBM bersubsidi, Pada tahun berjalan ini, subsisdi BBM dipatok Rp 193,8 triliun dan subsidi listrik Rp 78,6 triliun sehingga total subsidi energi 272,4 triliun, sekitar 18 persen dari belanja APBN. Adapun impor BBM diproyeksikan 30 juta – 32 juta kiloliter dari total konsumsi nasional.
Konsumsi BBM tak pernah turun, bahkan pada tahun-tahun terakhir laju pertumbuhan permintaan jauh di atas pertumbuhan ekonomi. Tahun lalu, konsumsi BBM sekitar 70 kl. Jika melihat pola konsumsi BBM, konsumsi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. BBM jenis bensin akan tumbuh 11 persen per tahun, sementara solar 5 persen. Meski proyeksi ini belum memperhitungkan upaya penghematan, gambaran ini memberikan magnitude konsumsi BBM yang cukup mengkhawatirkan.
Yang justru lebih mengkhawatirkan, tren peningkatan konsumsi BBM ini tidak dibarengi peningkatan produksi BBM. Bahkan, produksi cenderung menurun. Produksi si BBM nasional terkendala dua hal: kapasitas kilang dan pasokan minyak mentah. Saat ini, kapasitas kilang sekitar 1,2 juta barrel per hari (bph), dengan produksi BBM sekitar 38 juta kl. Produksi minyak mentah sudah lama tak menyentuh 1 juta bph. Tahun lalu, produksi tak lebih dari 0,9 juta bph, sekitar 20 persen diekspor, padahal kebutuhan minyak mentah untuk intake kilang 1 juta bph. Artinnya perlu impor minyak mentah sedikitnya 25 persen dari kebutuhan intake nasional.
Padahal, dulu, produksi minyak pernah 1,4 juta bph lebih. Mulai 2005, produksi dibawah 1 juta bph. Saat ini, dua lapangan minyak yang memberikan kontribusi terbanyak adalah Duri dan Minas-Sumatra Light Crude. Dalam 5-10 tahun mendatang, kontribusi kedua lapangan dipastikan jauh berkurang, bahkan, pada 2020 produksi lapangan Minas praktis akan habis.
Impor tak terbendung
Untuk memenuhi permintaan BBM, keran impor BBM terus dibuka. Impor BBM sudah lama dipraktikan, tetapi belakangan porsi impor kian tak terbendung seiring meningkatnya konsumsi dan menyusutnya produksi BBM. Tahun lalu, impor BBM 32 juta-35 juta kl, lebih kurang setengah dari kebutuhan BBM nasional. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan impor BBM 10 tahun lalu yang 5 juta kl. Dengan jumlah impor BBM yang besar ini, eksposur fluktuasi pasar minyak internasional terhadap keamanan pasokan BBM-ketahanan energi nasional-terbilang membahayakan. Jika harga minyak dunia tinggi, dengan sendirinya biaya BBM juga meningkat, subsidi menggunung, dan APBN kian terpangkas.
Postur APBN semakin ramping, ruang fiskal kian menyempit, sehingga belanja untuk kepentingan lain, seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, jauh berkurang.
Tak hanya itu, fluktuasi pasar minyak intenasional juga langsung diserap APBN, mengakibatkan APBN sering direvisi. Dalam satu tahun anggaran, revisi bisa berkali-kali. Ini untuk menyesuaikan asumsi harga minyak dengan haraga internasional yang berlaku. Ini perlu mengingat asumsi APBN mengenal harga minyak Indonesia (ICP) merupakan fungsi dari harga minyak internasional dan berpengaruh, baik terhadap perhitungan penerimaan negara maupun perhitungan besarnya subsisdi BBM.
Penerimaan negara dari sektor migas beersumber dari PPh migas dan PNBP migas yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Tahun lalu, Rp 289 triliun atau sekitar 17 persen dari total penerimaan negara. Di lain pihak, kenaikan volume volume BBM impor, yang sering diikuti kenaikan harga harga BBM impor, menyebabkan belanja subsidi BBM meningkat. Sepuluh tahun lalu, belanja “hanya” Rp 35 triliun, tahun lalu Rp 216 triliun. Ditambah subsidi listrik (Rp 93 triliun), subsisdi energi Rp 310 triliun. Penerimaan negara dari migas praktis habis untuk subsidi energi, yakni BBM dan listrik.
Eksekusi Kebijakan
                              Dalam 10  tahun mendatang, gap kebutuhan dan produksi akan terus membesar kecuali dibangun beberapa kilang baru. Saat ini, produlsi BBM dalm negeri hanya mampu memenuhi 40 persen konsumsi BBM nasional jenis bensin. Dengan melihat kecenderungan konsumsi BBM jenis bensin saat ini, pada 2025 perlu sekurang-kurangnya 10 kilang baru, masing-masing berkapasitas 300.000 bph. Pembangunan tiga kilang baru, yang menurut rencana on-stream 5-8 tahun mendatang hanya mampu mereduksi sepertiga dari impor BBM bensin, belum memenuhi semua kebutuhan domestik.
Kebijakan impor dan subsisdi BBM yang kini berlaku memang mampu mempertahankan harga BBM tetap terjangkau masyarakat luas, tetapi juga berdampak negatif cukup serius, mulai dari bengkaknya konsumsi BBM, dan ketidakpastian APBN dalam menyediakan fasilitas sosial dan mendasar lain. Di samping upaya penghematan tak kunjung ada hasil, memproduksi BBM di dalam negeri juga terkendala kapasitas kilang dan pasokan minyak mentah. Menaikan harga terkendala persepsi kemungkinan gejolak sosial.
Tentu pemerintah kini tengah menggodok strategi jitu untuk mengatasi membengkaknya konsumsi BBM sekaligus mengurangi konsumsi BBM. Beberapa opsi penting untuk dikaji. Pertama, segera kurangi ketergantungan impor BBM dengan cara bertahap membangun kilang di dalam negeri. Kedua, segera melakukan penjaminan pasokan minyak mentah melalui melaui kerja sama dengan negara-negara kaya akan minyak mentah, seta mengupayakan peningkatan produksi minyak mentah di dalam negeri.
Ketiga, secara bertahap menaikkan harga harga BBM di dalam negeri dan memfokuskan target target subsidi BBM pada sektor-sektor yang mampu membuka lapanagan kerja bagi masyarakat miskin, seperti nelayan, sektor informal, dan usaha kecil. Keempat, secara cermat segra mengkaji potensi the true social unrest akibat kenaikan harga BBM dan memisahkannya dari gejolak sosial yang direkayasa, serta melakukan upaya mitigasi risiko/potensi gejolak sosial. Kelima, menekan konsumsi BBM melalui diversifikasi energi, dengan memamfaatkan bahan bakar gas, terutama di sektor transportasi dan pembangkit listrik.
Opsi-opsi itu sudah tentu bukan hal baru. Yang penting bagaimana mengeksekusi strategi itu mengingat banyak pihak terlibat dan berkepentingan. Menurunkan harga BBM harus merupakan bagian dari orkesta strategi meningkatkan ketahanan energi secara nasional.                   MONTTY GIRIANNA  Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Bappenas 
2.      Kesalahan Penulisan Tajuk Rencana Mengakhiri Subsidi BBM
Dalam tajuk rencana ini terdapat kesalahan penulisan baik dari ejaan atau mungkin penulis salah menulisnya, penulis akan mengangkat kesalahan yang ada di dalam tajuk rencana ini, adapun kesalahan dalam penulisannya adalah sebagai berikut :
a.       Dalam paragraf ke enam kata yang dalam penulisan kata dalam bahasa Indonesia itu tidak  boleh diawal paragraf :
Yang justru lebih mengkhawatirkan, tren peningkatan konsumsi BBM ini tidak dibarengi peningkatan produksi BBM. Bahkan, produksi cenderung menurun.
b.      Penulisan kata risiko harusnya resiko yang ada dalam paragraf 16 :
serta melakukan upaya mitigasi risiko/potensi gejolak sosial. Kelima, menekan konsumsi BBM melalui diversifikasi energi, dengan memamfaatkan bahan bakar gas, terutama di sektor transportasi dan pembangkit listrik.
c.       Penggunaan kata-kata singkatan yang kurang jelas seperti kata gap, terdapat pada paragraf ke 13 :
Dalam 10  tahun mendatang, gap kebutuhan dan produksi akan terus membesar kecuali dibangun beberapa kilang baru.
3.      Kelebihan dan Kekurangan Tajuk Rencana Mengakhiri Subsidi BBM
a.       Kelebihannya adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan informasi yang aktual tentang masalah BBM saat ini.
2.      Memberikan solusi untuk mengatasi masalah BBM ini.
3.      Memberikan pandangan kepada masyarakat tentang BBM bersubsidi dan permasalahannya.
4.      Dari segi ekonomi dapat memberi imbalan uang karena hasil penjualan tajuk rencana ini.
b.      Kekurangannya adalah sebagai berikut :
1.      Banyak menggunakan kata-kata yang mungkin kurang dimengerti oleh masyarakat luas seperti magnitude, intake, gap, bph, the true social unrest, on-stream hal ini akan menjadi suatu pertanyaan dalam masyarakat yang kurang mengerti.
2.      Cara pandang dalam tajuk rencana ini terkesan mengajak agar kedua belah pihak saling mengerti dengan keadaan energi saat ini.
3.      Kebanyakan yang ditulis hanya masalahnya saja, sehinngga kurang menarik para pembaca.







BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Tajuk rencana adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat. Tajuk rencana cirinya merupakan opini redakasi, berisi suatu masalah, tentang pemikiran subjektif redaksi. Dalam tajuk rencana terdapat aspek-aspek fokus sebuah tajuk rencana yaitu: Judul, Latar Belakang Masalah, Tokoh, Masalah, Peristiwa yang Disampaikan, Opini Penulis, Saran dan Solusi Permasalahan, Kesimpulan, Sumber  Berita, Anggota Redaksi, selain itu juga tajuk rencana mempunyai sifat seperti Krusial dan ditulis secara berkala, menyikapi situasi yang berkembang di masyarakat luas baik itu aspek sosial, Memiliki karakter atu konsistensi yang teratur, Terkait erat dengan policy media atau kebijakan media yang bersangkutan.
B.     Saran
Setiap suatu kegiatan pasti ada manfaatnya dan kegiatan yang positif akan memdapat balasan yang positif, untuk  itu dalam hal menulis tajuk rencan harus memperhatikan situasi masyarakatnya, agar tajuk rencana itu tidak bersifat propokatif. Dan selamat mencoba membuat tajuk rencana.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar